Sepenggal kalimat lembut
Sepenggal kalimat lembut
yang sering kau ucapkan
menyirami relung hati & jiwaku
bak kebun mawar yang indah
ketika disentuh embun pagi nan sejuk
dan kehangatan sinar matahari
semakin memper-elok warnanya
Meski hanya hitungan hari
kau menghapus sedikit dari segudang ketakutanku
maaf bila ku sering ucapkan "lebay" padamu
ketika kau ucapkan kalimat itu
setulus hati ku hargai itu
namun luka di hari lalu
mengunci lidahku
tuk katakan suara hatiku
ku harap cukup dengan sikapku
mampu membuatmu mengerti
apa yang tak mampu ku ucapkan
ku harap tak kan pernah habis waktuku
tuk selalu bersyukur padaNya
atas cintaNya padamu
dan tercurah atasku
maka damailah hati & jiwaku
dalam kedamaian bersamamu
yang menghapus kelamnya masa lalu
tuk merajut sutera kehidupan masa depan
dan sekali lagi
ku harap tak kan pernah kau lelah
tuk ucapkan "sepenggal kalimat lembut" itu
hanya untukku
Batam, 16 November 2010
Oleh Elfrida Marbun
untuk dia yg membuatku tersenyum
(Asalman La'ia)
yang sering kau ucapkan
menyirami relung hati & jiwaku
bak kebun mawar yang indah
ketika disentuh embun pagi nan sejuk
dan kehangatan sinar matahari
semakin memper-elok warnanya
Meski hanya hitungan hari
kau menghapus sedikit dari segudang ketakutanku
maaf bila ku sering ucapkan "lebay" padamu
ketika kau ucapkan kalimat itu
setulus hati ku hargai itu
namun luka di hari lalu
mengunci lidahku
tuk katakan suara hatiku
ku harap cukup dengan sikapku
mampu membuatmu mengerti
apa yang tak mampu ku ucapkan
ku harap tak kan pernah habis waktuku
tuk selalu bersyukur padaNya
atas cintaNya padamu
dan tercurah atasku
maka damailah hati & jiwaku
dalam kedamaian bersamamu
yang menghapus kelamnya masa lalu
tuk merajut sutera kehidupan masa depan
dan sekali lagi
ku harap tak kan pernah kau lelah
tuk ucapkan "sepenggal kalimat lembut" itu
hanya untukku
Batam, 16 November 2010
Oleh Elfrida Marbun
untuk dia yg membuatku tersenyum
(Asalman La'ia)
Komentar
Posting Komentar