Cinta yang ku tunggu
Diam tanpa kata
bersuara dalam tulisan
sepi saat ramai
hening tanpa batas
tapi detik terus berlari
menghantarkanku pada saat ini
Terhenti sejenak
menatap sang waktu
perjalanan belum usai
mengapa aku menyerah?
mengapa aku takut?
selama waktu belum terhenti untukku
kan selalu ada kesempatan
dan perubahan
selama ada kemauan
kan selalu ada jalan
dan pintu terbuka
Mengapa bertanya
dimana cinta yang ku tunggu?
dimana dia yang ku rindu?
kapan waktu yang tepat?
Ya Tuhan,
Luputkan aku pada sesal tak berarti
selama matahari esok terbit
aku kan bangun
melihat senyum
cinta sejatiku
pemilik tulang rusukku
dan dalam hangat peluknya
ku rasakan damai-Mu
mengalir tanpa henti
Batam, 07 Juli 2011
Elfrida Marbun
bersuara dalam tulisan
sepi saat ramai
hening tanpa batas
tapi detik terus berlari
menghantarkanku pada saat ini
Terhenti sejenak
menatap sang waktu
perjalanan belum usai
mengapa aku menyerah?
mengapa aku takut?
selama waktu belum terhenti untukku
kan selalu ada kesempatan
dan perubahan
selama ada kemauan
kan selalu ada jalan
dan pintu terbuka
Mengapa bertanya
dimana cinta yang ku tunggu?
dimana dia yang ku rindu?
kapan waktu yang tepat?
Ya Tuhan,
Luputkan aku pada sesal tak berarti
selama matahari esok terbit
aku kan bangun
melihat senyum
cinta sejatiku
pemilik tulang rusukku
dan dalam hangat peluknya
ku rasakan damai-Mu
mengalir tanpa henti
Batam, 07 Juli 2011
Elfrida Marbun
Komentar
Posting Komentar