Mawar itu merekah lagi
Ada luka yang belum pulih
tapi tiba-tiba kau hadir
membuat senyumku kembali merekah
bak mawar yang bermekaran
warna merah merona
memenuhi pipiku
Kadang ku pikir ini fatamorgana
atau sekedar hembusan angin saat hangatnya panas matahari menyengat
Yang ada tapi untuk sesaat
Yang ada tapi sulit untuk menetap selamanya
Ku sadar tapi tetap saja bersandar
pada bahu yang lapang itu
sekedar menyecup bibirnya yg lembut itu
yang seolah membawaku pada manisnya kebersamaan dua insan
Ah biarlah... pekikku!
ku lalui sehari demi sehari
pada tiap langkah yang tak bertujuan arah
setidaknya aku masih hidup
masih ada alasan untuk bahagia hari ini
Lalu untukmu besok
tak apa mari menangis lagi
hanya air yang jatuh ke pipi
lepas saat terlepas
tak semuanya tergenggam
karena ikhlas bagian dari proses ini
Setidaknya,
terimakasih telah membuatku kembali bahagia 🥰
Batam, 13 Jan 2026
Elfrida Marbun

Komentar
Posting Komentar