Jejak – Jejak langkahku di 2011

  Hai semua,,, aku ingin bersaksi tentang perjalanan hidupku di tahun 2011, mungkin tidak semua yang bisa ku ingat, tapi aku harap apa yang bisa ku tulis ini bisa bermakna untuk pembaca semua.
Malam tahun baru 2011, aku tetap bahagia menjalaninya meski tak bisa pulang kampung & berkumpul bersama keluargaku. Malam itu aku lalui bersama adikku & sahabat2ku (Jescky, Anita, bunda Risda, Zenna, Lamsi & tmn2 yg lain) di Jembatan 1 Barelang, kami saling tertawa dan membuat permainan “mendokkon hata”, n malam itu kami ungkapkan apa yang menjadi cita & cinta kami, yang kami tau kami ingin mengawali tahun 2011 dengan penuh harapan dan melangkah dengan penuh kepastian bahwa Tuhan pasti sediakan yang terbaik….indahnya kala itu ^_^
Aku memang berdoa, berharap dan percaya bahwa Tuhan Yesus pasti bersertaku (Imanuel), tapi terkadang tetap saja sulit untuk membuang kekhawatiranku, apa itu? Banyak sekali…..meski firman Tuhan mengingatkanku bahwa “Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta pada jalan hidupnya? (Lukas 12:25)”…..tapi inilah tubuh manusiaku dan tak dapat ku pungkiri bahwa aku khawatir akan banyak hal untuk hidupku & semua orang yang ku kasihi.
Yang menjadi kekhawatiranku yang pertama adalah pekerjaanku & kuliahku. Pada saat itu aku masih bekerja di PT. Philips Industries Batam as Factory Planner, jujur saja aku bosan dengan banyak hal disana, mulai dari kesulitanku berkomunikasi langsung dengan rekan kerja di S’pore karena bahasa, teman kerja yang sudah senior dan sok ngatur2 kerjaku juga pelit bagi ilmu, bosan dengan hiruk – pikuk dunia “manufacturing=pabrik”, gaji yang tidak sesuai dengan tanggung jawab, jam lembur yang menggangu kuliah, ketidak adilan atas banyak hal terhadap karyawan pribumi yaitu menu makanan, transportasi, status dll (padahal HR Managemernya orang Indonesia asli lho), dan masih banyak lagi dech….untungnya aku punya sahabat2 yang setia untuk mendengar keluhanku dan cerita2 lainnya (trims untuk Cici Dewi Wong, Dhilla, Mbak Sulis, K’ Lina, Tiny Npitu, B’ Vicktor, Patrick Tay, Erwin Wong, Mbak Tati, Ibu Atik dan semua dech yang gak bias disebutin satu demi satu…hhheeee…..trims utk kalian semua yang bikin aku bertahan di PT. Philips).  Kuliahku juga menjadi kekhawatiranku, saat di awal tahun 2011 aku masih menginjak di semester 6, dan mulai pusing akan ambil bahan skripsi dimana? Judulnya apa? Topiknya apa?
Aku type orang yang senang cerita dengan teman2ku apa yang menjadi masalahku, dan dari saran2 yang aku terima, aku akan merenungi apa solusi untuk masalahku, meski tidak semua teman2ku itu mengerti apa yang menjadi mauku, paling tidak ketika aku bercerita dan didengarkan saja sudah membantuku mengurangi sedikit emosiku.
Kala persoalan dan pergumulan yang ku hadapi itu membuatku canggung dan sulit mengontrol diri untuk tidak cerita pada siapapun tentang semua permasalahanku, sampai aku sadar bahwa aku punya Tuhan, kenapa tak Tanya Tuhan saja langsung? Lalu aku teringat tahun2 berlalu bagaimana Tuhan menolongku, dan bagaimana keras kepalanya aku untuk mengerti maksudNYA untukku. Dalam ketakberdayaanku, aku berdoa “Tuhan, aku takut salah meminta tapi berkatilah rencanaku ini jika itu berkenan bagiMU, a3n. Saat berdoa aku tak menyebutkan apa yang menjadi pemintaanku, aku senang ngobrol dengan Tuhan kalau sedang diatas angkutan umum dan lewat danau dekat Rusun Muka Kuning, rasanya sejuk sekali dan aku bisa merenung dan bahas apa saja dengan Tuhan saat2 itu. Saat aku meminta “Tuhan, aku bingung bagaimana dengan masalah ini dan apa ini solusi terbaik” dan dengan cara terbaik Dia menunjukkan padaku, meski kadang aku salah mengerti dan sering memaksakan kehendak sendiri.
Menjelang end contract ku di Philips, aku ragu perpanjang atau tidak? Satu sisi aku bingung dengan kuliahku yang akan skripsi, aku takut pekerjaanku akan terus menggangu kuliahku, karena wajib lembur sampai malam di setiap rabu malam. Lalu kalau aku terus disitu, aku juga gak tau darimana bahan skripsiku nanti? Lagian aku juga udah bosan dengan suasana kerja di “pabrik” yang sudah ku lalui selama 5 tahun ini dengan posisi dan pekerjaan yang sama tanpa perubahan yang berarti. Lalu timbul niat dalam hatiku, bukankah aku kuliah jurusan Sistem Informasi Akuntansi juga, kenapa tak cari kerja yang sesuai jurusan dan berpetualang didalamnya, mungkin akan mengubah suasana hidupku. Tapi dilain sisi, aku tak punya tabungan untuk bertahan hidup dan melanjutkan kuliah jika sempat nganggur sampai waktu yang tak ku ketahui. Aku tertegun dan telan ludah, apa pilihananku?
Seorang teman mengingatkanku dengan kata2 yang pernah aku keluarkan untuknya, bahwa “Pilih dan bersiaplah apapun yang menjadi resikonya, mungkin akan lebih baik, mungkin juga akan lebih buruk, tapi kita bukan pecundang yang tanpa pilihan”.  Ya itu benar, tapi aku juga harus mempersiapkan diri bukan?
Negosiasiku dengan bos tidak berakhir dengan baik karena bos-ku pun tak mampu menekan big bos untuk menyetujui permintaan yang aku ajukan, dengan wajah yang lesu dia memohon maaf dan memintaku untuk mempertimbangkan kembali atas keputusan yang aku ambil. Aku tau bos2-ku sangat baik dan beberapa hal yang menyenangkan ditempat kerjaku, tapi aku harus tetap hidup untuk kemajuan, bukan diam di tempat tanpa langkah, menggerutu tanpa tindakan, pikirku “biarlah aku kalah kali ini, agar ada kesempatan2 untuk teman2ku yang lain, berharap manajement akan lebih memperhatikan karyawannya, terkhusus bos2ku (Mr. Khrisna & Mrs. Joanne).
Ketika hari itu tiba, ya hari terakhirku bekerja di Philips, aneh rasanya tak seperti saat di Shimano, aku menangis saat harus pergi, tapi di Philips? Aku merasa biasa saja, tak ada yang membuatku bersedih, seolah aku tak pernah hadir disini.
Haripun berjalan, dan sangat ku sadari setiap detik yang lewat dalam hidupku saat itu, sudah banyak lamaran ku masukan via email & pos, dan persedian kas pun sangat2 menipis dan sampai tak bersisa, yang ku dapat hanya interview tanpa hasil, sedihkah aku? Menyesalkah aku? Marahkah aku? Atau? Kadang aku tegar, kadang aku kuat, kadang aku jenuh, kadang aku marah, aku yang sering memotivasi mereka justru lemah dalam penantian.
Dalam kesesakan yang ku alami, aku teringat kembali hari2 lalu, masa2 tersulit dalam hidupku dan bagaimana Tuhan menolongku dengan ajaibnya. Aku ingat masa SMA ku, saat dalam kalutku, aku berdoa seorang diri dalam kamar dan menceritakaan semuanya pada Tuhan. Tapi aku malas berdoa, aku takut berdoa, karena setiap aku menghadap Tuhan secara formal seperti itu, selalu tak dapat ku bending air mataku, tumpah ruah dan semua hal akan ku katakan. Aku takut Tuhan cemburu dan marah padaku, karena ketika aku berdoa dan meminta banyak hal untukku dan keluarga2ku. Tapi aku tak sanggup menahannya sendiri, saat aku cerita dengan teman2ku tak ku temukan jawaban yang ku butuhkan.
Lalu aku menyerah, dan aku berdoa…..ya sudah ku duga…..aku berdoa dengan linangan air mata dan ingus yang buaanyak (maklum aku sinusitis), dan selesai aku berdoa, apa yang aku rasa? Capek dan aku tertidur sampai sore….hheheee….
Kebutuhanpun terus menuntutku, aku dan adikku Erna kuliah, bahkan adikku Erwin juga ada rencana kuliah, kembali aku bingung “gimana ngatur uang yang gak ada ini ya?” lho? Koq gak ada? Ya emank gak ada uang, ditambah harus bayar uang kuliah, lagi2 aku harus menangis…..dan terpujilah Tuhan Yesus di tempat yang maha tinggi, Dia selalu punya cara untuk menolongku melewati badai, dan meringankan tangan2 pada hati yang terketuk untuk menolong kami saat itu, juga termasuk ke dua ortuku (sorry ya mama & bapakku, selalu saja ida menyusahkan kalian). Ya didalam keterbatasan kedua orang tuaku, mereka selalu berusaha memberi yang terbaik, kalian memang harta yang sangat mahal yang kami miliki, semoga kami bisa membuat kalian tersenyum bahagia dan bangga akan kami.
Hampir tiga bulan aku lelah melamar & interview dan dalam penantian tanpa henti, pasang surut semangatku lalui, dan tiba pada di hari dimana titik kesabaranku sudah pada tingkat paling bawah (mungkin hampir nol), pulang interview aku nangis diatas sepeda motor sambil berbisik “Tuhan aku lelah, ku harap ini yang terakhir!!!”. Dan seperti biasa, kalau interview aku selalu sms atau telepon teman2ku mohon doa dan dukungannya. Dan saat aku menangis diatas motor, satu pesan sms menyemangatiku “If u believe, u can get it”, setelah baca pesan itu aku langsung bicara pada Tuhan “ya Tuhan, aku percaya!”
Beberapa hari berlalu tanpa Re-call, dan tetap berusaha semangat then……”SENANGNYA HATIKU KALA TUHAN SELALU MENOLONGKU PADA SAAT YANG TEPAT”, aku diterima kerja di Baby Power tepat pada posisi & gaji yang aku minta, bahkan menjadi objek penelitian untuk skripsiku juga. Thanks untuk sobatku Hermanto Silitonga, satu pesanmu yang membantuku untuk tetap semangat ^_^
Dan tahukah, keajaiban apalagi yang aku terima di tahun 2011?
Saat Tuhan memilihku menjadi pelayanNYA di GMKI cab Batam, aku pikir aku bukan orang yang tepat meski kerinduan itu begitu kuat. Lalu aku minta pada Tuhan “Tuhan……ketika engkau pilih aku menjadi prajuritMU untuk berperang, maka persiapkanlah peralatanku”, aku tak punya transport untuk sebebasnya ku pakai saat acara2 pelayanan tanpa harus menyusahkan orang lain, aku juga tak punya laptop untuk menyelesaikan tugas2ku, baik di pelayanan juga untuk kuliahku. Dan saat itu, aku yakin Tuhan pasti menyediakan…..ya dan itu tercapai, aku peroleh itu semua dengan cara yang luar biasa!
Bagaimana tidak “wah” untukku memperoleh dua benda itu (motor + laptop), ya untuk ukuranku itu luar biasa, hhheee,,,,,karena keterbatasanku yang luar biasa ^_^ Bayangkan saja, sudah 5 tahun aku di Batam, koq bisa2nya gak punya sesuatu yang terlihat gtu lho….hhee,,,,,bkn mw nyombong….tapi itulah kemurahan Tuhan untuk menyediakan yang ku perlukan tepat pada waktunya.
Sungguh pertolongan Tuhan yang luar biasa untuk hidupku, lagi dan lagi Tuhan kasih aku kejutan. Tanpa ku sangka dan aku pikir takkan mungkin lagi untuk bapakku lepas dari minuman kerasnnya karena alasan2 tertentu, dan Puji Tuhan my daddy dipulihkan…..meski awal tahun 2012 ini kumat lagi :’(  ….tpi kini ku sadar bahwa Tuhan memperhatikan sungguh2 keluargaku, thanks God ^_^
Oke dech, ucapan syukur yang seluas2nya untuk semua pertolongan Tuhan Yesus dalam hidupku, “tak terbatas kuasaMU Tuhan, semua dapat Kau lakukan, apa yang kelihatan mustahil bagiku, itu sangat mungkin bagiMU”
Finally, semoga jejak2 yang bisa ku tuangkan dalam kata2 ini bisa kasih semangat untuk semua pembaca sekalian, mohon saran dan pesan kalau ada kesalahan dan kurang tepatnya penulisan ini, trims….& Tuhan Yesus memberkati, amin.


Batam, 9 Januari 2012
Elfrida Marbun

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer